BUKAN ANJING (24.09.2006)

October 3rd, 2006 by chaaby

Dunia masih setengah terlelap. Aura masih setengah berbayang. Masih tersirat keinginan untuk menjadi baik, namun gejolak tinta hitam masih lebih kuat menyentuh tanpa diduga. Bisakah dijelaskan mengapa tubuh dingin ini menolak jutaan molekul perhatian yang berkepanjangan? Kalo dunia saja terlihat setengah gelap, apalagi badan ini? Mati.

Memang saya ini parasit. Penghisap senyum, masih saja bisa tertawa dan berlari seperti lintah darat. Terus mengais sesuatu mengharapkan tulang belulang idaman. Jangan panggil saya anjing. Cukup parasit, dan saya tidak akan mengeluh. Apalagi marah. Jujur, mungkin mengumpat sedikit. Umpatan masih menjadi teman. Masih setia memeluk dan menemani si lintah mencari jalan keluar.

Saya bosan. Bosan mengumpat. Saya ingin berteriak dengan suara lantang. Memanggil harapan yang tak kunjung datang. Saya memanggilnya harapan, tetapi dia masih lebih suka bersembunyi dan tidak juga tampak, atau saya yang membuatnya enggan keluar?

CERITA SI INEM (22.09.2006)

September 26th, 2006 by chaaby

Ketika matahari enggan memberikan sapaan sinarnya, angan masih sempat mengawang di sela tarian waktu yang terlambat. Saya lelah, terkadang masih ingin bertanya, masihkah tersisa ruang untuk bersinar? Senja masih ingin menyapa di tengah jutaan peluh dan sisa karbohidrat yang ingin dicerca, untuk apa sebuah pengorbanan untuk tawa kosong di siang bolong?

Saya masih tidak mengerti, mengapa hidup seperti jalan rusak? Saya ingin muntah, terlalu bingung memikirkan pilihan. Saya masih perempuan, mungkin yang jalang. Toh bermuka manis manja juga tidak mudah, masih merengut dan dicaci. Dan menjadi jalang pun ternyata sama saja susah, masih tetap harus memilih dan berpikir mesti tanpa jawaban.

Dia masih terduduk di sudut jalan hati. Terkadang mungkin ingin berteriak, tapi tidak tau apakah masih ada gunanya untuk berteriak. Dia lelah, sama seperti saya. Sama merasa tidak berguna, dan sama mengepalkan tangan, menyembunyikan tangis.

Saya merindukannya, melebihi sang senja. Saya yang jalang dan bukan yang lajang. Ah, terkadang dirasa nikmat menjadi lajang, masih bisa menyapa matahari walau sendiri. Sedangkan jalang? Senja pun berpikir seribu kali untuk menoleh. Sebut saja saya hina, dan saya tidak butuh sempurna, hanya sebuah kata lengkap.

Dia masih terduduk, dan bibir hatinya masih menganga. Saya mungkin luapan hatinya, atau entah saya tidak tau. Jangan menunggu saya, karena saya tidak bisa diharapkan. Biarkan saya menoleh sebentar, masihkah waktu memberikan ibanya? Ayolah, saya hanya butuh rasa iba sedikit, tidak lebih.

Kali ini, saya yang terduduk. Jalang masih tetap saja jalang. belalang masih berbisik dan ilalang masih bergoyang. Hati ini remuk, terburai, tanpa koma, hanya titik yang panjang. Sakit.

Ketika rasa rindu sudah menjadi tabu, terkadang cinta begitu mahal direngkuh. Saya tidak mengerti cinta, dan kali ini sekalipun saya tidak mencoba mengerti. Ini konyol, terlalu konyol. Cinta seperti tertelan di permainan pikiran yang tak terbatas. Dan dia dipaksa menghilang. Terlalu angkuh untuk direngkuh, terlalu sayang untuk dibuang. Bukan, dia bukan sampah. Atau saya yang ternyata sampah?

TIDAK BODOH (15.08.2006)

August 15th, 2006 by chaaby

mungkin sudah lelah kerongkongan ini memuntahkan umpatan serigala

dan entah sudah berapa kali otak dipaksa untuk melebihi kapasitasnya

betapa perempuan ini selalu mengeluh bahwa hidup tidaklah sempurna

mengapa cinta sanggup menorehkan luka tanpa diminta

dan mengapa ketika pilihan datang, ternyata kita hanya bisa diam tanpa sanggup bersuara 

 

terkadang kita selalu bertanya, tentang sesuatu yang kita harapkan dan tidak pernah datang

berapa kali mengeluh,

berapa kali menangis,

berapa kali berteriak,

lelah, memang. 

 

mungkin ini saatnya kita coba menyadari

bahwa manusia memang terkadang hanya selalu meminta,

tanpa mengerti apa yang memang kita butuhkan

ya, saya mengerti,

betapa lucu bila kita selalu mengumpat tapi sejujurnya hati dan pikiran berpikir sebaliknya 

 

aahh, kelelahan ini memang ada batasnya.

mungkin ini adalah saat di mana kita harus diam sejenak

meminum kopi,

menyalakan rokok,

mencoba bernyanyi, walaupun lirih

mencoba tersenyum,

dan lebih mencintai diri sendiri. 

 

karena saya yakin, yang terbaik pasti akan datang

menunggu memang pekerjaan bodoh 

 

(beb, tolong disimak! Haihiahaihaia. Kembali lagi, because we’re women. I love u deyh, dan nggak pake acara geer :P )

SAMPAH (14.08.2006)

August 13th, 2006 by chaaby

Ini adalah sampah,

Terlalu banyak rasa terbuang percuma

Memenuhi janji janji diantara gambaran kosong

Amarah pun hanya terbendung di sebuah kantong perih tak terjawab   

   

Ini adalah sampah,

Ketika malam itu aku hanya bisa membisu

Kau hanya bisa berteriak tanpa bersuara

Dan ya, malam hanya bisa tertawa   

 

Ini adalah sampah,

Di mana rindu menjadi sebuah omong kosong di siang hari

Ketika otak sudah tidak mau lagi berkompromi

Adakah jawaban dari jutaan pertanyaan di sudut pikiran yang tersendat 

 

Ini bukan sampah,

Hatiku remuk

Dan kali ini cinta tidak bisa memilih

 

(Jakarta, 27 July 2006)

June 14th, 2006 by chaaby

Et je vous manque,

Comme le désert manquent la pluie

SEBUAH PERUMPAMAAN (10.06.2006)

June 14th, 2006 by chaaby

Dahulu aku pernah bertanya

Di batasan mana cinta membuat jembatan mimpi

Di atas langit atau di bawah samudra?

   

Dahulu aku pernah bertanya

Sebesar apa titik tinta menyuguhkan luka

Kira-kira sekelam mendung atau sepudar cat tua?

 

Dahulu aku pun pernah bertanya

Kapan warnamu akan berubah

Apakah secerah musim semi atau mati seperti musim gugur?

 

Aaah,

 

Ternyata cinta hanya sampai di perbatasan,

Tidak ada di langit dan tidak di samudra

Ternyata luka pun tidak menyentuh sebentar,

Terlalu hitam tidak seperti mendung dan bukan cat tua

Dan ternyata warnamu tidak berubah,

Warnaku yang berubah

Kadang bersemi dan kadang mati

AAH, KLISE! (06.06.2006)

June 7th, 2006 by chaaby

hari ini angin bertanya pada awan,

“apa makna hujan di tengah sahara?”

awan hanya mendesah, pergi dan menghilang jauh

angin ingin mengerti, mengapa sapaan halusnya mulai terusik irama senja

angin berhenti sejenak mencoba terdiam di tengah ilalang

sungguh, ilalang pun tak mau terganggu

ia sibuk bercinta dengan belalang

“mengapa mesti bercinta, walau rasa pun sudah tak ada?”

angin rindu pada awan,

masih ingin rasanya menari sampai rasa yang tiada terbatas

tampak awan mulai sibuk menikmati pergantian musim, pergantian warna

angin mencoba mengingat perjalanan panjangnya melintasi kota surga

“angin, coba lihat apa yang lelaki itu lakukan. tugasnya adalah menjual klise demi sebuah senyuman”

lalu..

“perempuan itu datang, lalu pergi. bukan, bukan sebuah bualan, bisakah kau tebak labirin pikiran mereka?”

“dan ini bukan surga.”

angin masih rindu pada awan

terlalu lelah rasanya mencari awan

bintang pun tidak memberikan jawaban,

“aah, tanyakan saja pada rumput yang bergoyang.”

HONEY-BEE, DO YOU CARE TO GUESS? (27.05.2006)

May 31st, 2006 by chaaby

(I think, this is my climax version)

 

True,

This funny feeling could explode every time you came by

 

True,

I even see the orange colored sky when your name appears in my head

 

True,

I have painted the ocean with pink color while I am thinking about your angle on the other side

 

True,

I heard the bumblebees singing every morning when I have you running around in the corner of my thoughts

 

True,

I am starting to look on the calendar and marked down how many days have been passed with you blocking the landscaping ideas in my brain

 

True,

I am started to polish my nail with blue because red without you just weird

 

True,

I see my world turns up and down when this comical feeling slowly step into my unconscious mind

 

 

(I am sorry for interrupted)

(Here it comes, the moody swinging part)

 

 

False,

Because suddenly I have changed my mind and simply walk away

   

Oohh, dear!

YOU ARE THE APPLE AND I AM THE PEARL (22.05.2006)

May 30th, 2006 by chaaby

Je vous manque trop.

Ces séances manquantes me tuant mal!

 

 

Je ne veux pas ne compter les jours plus.

Je vous veux et toutes les séances storytelling.

J’ai besoin de vous et votre grande étreinte chaude quand le matin apparaît.

Je vous désire et vos baisers sentimentaux au jour d’été.

 

 

Oui, babyyy! Vous êtes la pomme et je suis la perle.

FIND ME THE KEY (12.05.2006)

May 29th, 2006 by chaaby

Come closer, I am going to tell you what my heartbeat said

I saw your smile in a blink, and I heard my heart beats are racing for more

Has anyone told you how to enter the heart?

Be quick, dear. This heart beats even faster

You can called me Dorothy now,

I need my ruby slippers so I can go home soon

And I can called you..Okay, young man, what’s your name again?

You need the key to enter the heart

Wait!

We have not found the answer yet

The heart still beats faster

Oohh silly, do you hear what heart just said?

The heart needs you and your appealing smile

Okay Mr.-what’s-your-name-again,

Please find the key and I will go home soon