AAH, KLISE! (06.06.2006)

hari ini angin bertanya pada awan,

“apa makna hujan di tengah sahara?”

awan hanya mendesah, pergi dan menghilang jauh

angin ingin mengerti, mengapa sapaan halusnya mulai terusik irama senja

angin berhenti sejenak mencoba terdiam di tengah ilalang

sungguh, ilalang pun tak mau terganggu

ia sibuk bercinta dengan belalang

“mengapa mesti bercinta, walau rasa pun sudah tak ada?”

angin rindu pada awan,

masih ingin rasanya menari sampai rasa yang tiada terbatas

tampak awan mulai sibuk menikmati pergantian musim, pergantian warna

angin mencoba mengingat perjalanan panjangnya melintasi kota surga

“angin, coba lihat apa yang lelaki itu lakukan. tugasnya adalah menjual klise demi sebuah senyuman”

lalu..

“perempuan itu datang, lalu pergi. bukan, bukan sebuah bualan, bisakah kau tebak labirin pikiran mereka?”

“dan ini bukan surga.”

angin masih rindu pada awan

terlalu lelah rasanya mencari awan

bintang pun tidak memberikan jawaban,

“aah, tanyakan saja pada rumput yang bergoyang.”

Leave a Reply